Dalam pemaparannya, Kapolsek Gumelar Iptu. Sugiyanto menekankan
bahwa kenakalan remaja usia SMP bukan hanya masalah disiplin sekolah, tetapi juga dapat
berujung pada konsekuensi hukum serius.
"Tujuan utama kami hadir di sini bukan untuk
menakut-nakuti, melainkan untuk merangkul adik-adik pelajar agar tidak terjebak
dalam lingkaran kenakalan remaja. Kami ingin mengajak untuk selalu sadar bahwa satu kesalahan
kecil, seperti terlibat ikut-ikutan demonstrasi, tawuran atau bahkan narkoba bisa menutup banyak pintu kebaikan di masa yang akan datang, termasuk dalam mencari pekerjaan atau
melanjutkan studi. Masa depan adik-adik ada di tangan adik-adik sendiri, gunakan waktu untuk hal yang positif dan tinggalkan hal-hal yang dapat merugikan." tegasnya.
Aipda. Wawan Pujianto selaku BABINKAMTIBMAS Desa Gumelar berpesan bahwa pentingnya menjaga kamtibmas adalah kewajiban bersama tak terkecuali pelajar usia SMP. "Perlu di ketahui bahwa ada konsekuensi hukum bahkan penjara untuk pelaku pelanggar kamtibmas masih dibawah umur yang telah melakukan kegiatan kriminal. Sebagai contoh anak-anak yang ikut-ikut demo dan anarkis, menciderai teman hingga luka serius, dan masih banyak lagi yang lain." imbuhya.
Dalam sambutannya, kepala sekolah berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin untuk memperkuat komunikasi antara institusi pendidikan, aparat penegak hukum, dan wali murid sebagai upaya menekankan bahwa pembentukan karakter jauh lebih penting daripada sekadar prestasi akademik.
"Kami sangat mengapresiasi kehadiran pihak kepolisian
dalam membimbing anak didik kami. Di sekolah, kami terus berupaya menanamkan
kedisiplinan, namun tantangan di luar sekolah jauh lebih besar. Pernyataan
tegas tentang konsekuensi hukum sangat penting agar siswa berpikir dua kali
sebelum melakukan tindakan yang merugikan masa depan mereka," ujar beliau.
Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif yang sejalan dengan Komitmen Kemendikdasmen yaitu Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) dan juga visi sekolah untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia. "Kami ingin mendukung Gerakan Indonesia ASRI dan memastikan bahwa sekolah tetap menjadi rumah yang aman bagi seluruh siswa untuk berkembang secara positif," pungkasnya.
"Kami ingin para murid-murid kami memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan mereka mampu membentengi diri dari pengaruh negatif pergaulan yang mereka alami," ujar salah satu pembina kesiswaan.
0 comments:
Posting Komentar