Recent Articles
5 Jun 2026
8 Mei 2026
" Mengintip Dunia Tapioka "

Jum’at 8 Mei 2026, murid-murid kelas VII SMP Negeri 1 Gumelar
melaksanakan kegiatan Kokurikuler bertema Kearifan Lokal yang di
beri judul “Mengintip Dunia Tapioka”. Kokurikuler ini adalah kegiatan
pembelajaran yang dilakukan untuk memperkuat, memperdalam, dan mengukur materi
pelajaran yang di lakukan dikelas. Kokurikuler kali ini memanfaatkan kearifan lokal
yang ada di desa Gumelar dimana merupakan salah satu desa di wilayah kabupaten Banyumas sebagai desa penghasil tepung tapioka.
Sucipto, S.Pd selaku kordinator dan atau pembina mengatakan
bahwa kegiatan ini dirancang untuk menguji kekompakan, strategi, serta semangat
melestarikan kearifan lokal dan juga menciptakan sesuatu yang bernilai ekonomi
serta kemampuan dalam berwira usaha.
“Kokurikuler kali ini dilaksanakan agar murid kami dapat
memanfaatkan potensi lokal yang ada dan juga semangat kebersamaan dalam berproses serta menikmati hasilnya” imbuhya.
Melalui kegiatan kokurikuler ini diharapkan dan mampu
mendukung terwujudnya pembelajaran mendalam yang bermakna bagi peserta didik.
Kolaborasi antara guru, wali kelas, dan seluruh warga sekolah menjadi kunci
utama keberhasilan pelaksanaan kokurikuler yang ada di SMP Negeri 1 Gumelar.
6 Mei 2026
Museum Masuk Sekolah
Dinas Pemuda, Olahraga,
Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas menyelenggarakan kegiatan yang di
beri nama “Museum Masuk Sekolah” pada hari Rabu 6 Mei 2026 bertempat di aula SMP
Negeri 1 Gumelar. Acara tersebut dimulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul
14.30 WIB dan diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari siswa SMP Negeri 1
Gumelar dan juga dari sekolah tetangga yaitu SMP Diponegoro 7 Gumelar, SMP
PGRI Gumelar dan juga SMA PGRI Gumelar.
Kegiatan ini adalah kegiatan
melalui Bantuan Operasional Penyelenggaraan Museum (DAK) Non Fisik dalam rangka
memperkenalkan museum kepada generasi muda, juga edukasi aktif untuk
mendekatkan sejarah dan budaya kepada siswa langsung di lingkungan sekolah serta
dapat meningkatkan wawasan sejarah, memperkaya pembelajaran sosial, serta
menanamkan kesadaran budaya sejak dini.
Dengan adanya acara semacam ini diharapkan
dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat, khususnya pelajar terhadap museum,
serta memperkenalkan sejarah lokal dan nasional secara menyenangkan. Tim museum
membawa beberapa koleksi, sehingga membuat acara lebih menarik, dan memberikan
edukasi interaktif.
Selain itu, tim narasumber juga
menampilkan film pendek yang menarik dan juga menampilkan pertunjukan wayang yang
di peragakan oleh Ki Panji Laksono Among Carito salah satu dalang muda di
wilayah kabupaten Banyumas.
2 Mei 2026
Upacara Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026
Upacara berlangsung hikmat yang dimulai dari pukul 07.30 waktu setempat sesuai dengan
pedoman dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menetapkan
pelaksanaan upacara Hardiknas secara serentak di seluruh Indonesia.
Sekretaris Kecamatan Gumelar Suwanto, S.AP. bertindak sebagai pembina upacara menyampaikan sambutan langsung dari Bupati Banyumas pada acara upacara memperingati hari pendidikan nasional tahun 2026.
Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa peringatan Hardiknas tahun 2026 mengusung tema "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua" sejalan dengan asta cita keempat presiden republik indonesia untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan gerakan bersama yang menghadirkan semangat gotong royong dalam bentuk nyata untuk mengingat kembali filosofi perjuangan Ki Hadjar Dewantara dalam meletakkan dasar pendidikan bangsa.
Rangkaian upacara berlangsung tertib, dimulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, hingga pembacaan Ikrar yang menjadi bagian penting dalam peringatan Hardiknas tahun ini dengan penuh semangat dan rasa nasionalisme.
Upacara ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur serta harapan agar dunia pendidikan khususnya di wilayah Kecamatan Gumelar dan umumnya di seluruh negara kesatuan Negara Republik Indonesia semakin maju dan berdaya saing di masa depan.
28 Apr 2026
Pencegahan dan Penanggulangan Kenakalan Remaja
Dalam pemaparannya, Kapolsek Gumelar Iptu. Sugiyanto menekankan
bahwa kenakalan remaja usia SMP bukan hanya masalah disiplin sekolah, tetapi juga dapat
berujung pada konsekuensi hukum serius.
"Tujuan utama kami hadir di sini bukan untuk
menakut-nakuti, melainkan untuk merangkul adik-adik pelajar agar tidak terjebak
dalam lingkaran kenakalan remaja. Kami ingin mengajak untuk selalu sadar bahwa satu kesalahan
kecil, seperti terlibat ikut-ikutan demonstrasi, tawuran atau bahkan narkoba bisa menutup banyak pintu kebaikan di masa yang akan datang, termasuk dalam mencari pekerjaan atau
melanjutkan studi. Masa depan adik-adik ada di tangan adik-adik sendiri, gunakan waktu untuk hal yang positif dan tinggalkan hal-hal yang dapat merugikan." tegasnya.
Aipda. Wawan Pujianto selaku BABINKAMTIBMAS Desa Gumelar berpesan bahwa pentingnya menjaga kamtibmas adalah kewajiban bersama tak terkecuali pelajar usia SMP. "Perlu di ketahui bahwa ada konsekuensi hukum bahkan penjara untuk pelaku pelanggar kamtibmas masih dibawah umur yang telah melakukan kegiatan kriminal. Sebagai contoh anak-anak yang ikut-ikut demo dan anarkis, menciderai teman hingga luka serius, dan masih banyak lagi yang lain." imbuhya.
Dalam sambutannya, kepala sekolah berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin untuk memperkuat komunikasi antara institusi pendidikan, aparat penegak hukum, dan wali murid sebagai upaya menekankan bahwa pembentukan karakter jauh lebih penting daripada sekadar prestasi akademik.
"Kami sangat mengapresiasi kehadiran pihak kepolisian
dalam membimbing anak didik kami. Di sekolah, kami terus berupaya menanamkan
kedisiplinan, namun tantangan di luar sekolah jauh lebih besar. Pernyataan
tegas tentang konsekuensi hukum sangat penting agar siswa berpikir dua kali
sebelum melakukan tindakan yang merugikan masa depan mereka," ujar beliau.
Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif yang sejalan dengan Komitmen Kemendikdasmen yaitu Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) dan juga visi sekolah untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia. "Kami ingin mendukung Gerakan Indonesia ASRI dan memastikan bahwa sekolah tetap menjadi rumah yang aman bagi seluruh siswa untuk berkembang secara positif," pungkasnya.
"Kami ingin para murid-murid kami memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan mereka mampu membentengi diri dari pengaruh negatif pergaulan yang mereka alami," ujar salah satu pembina kesiswaan.
9 Apr 2026
Ukur Kemampuan Akademik Melalui TKA
- Memperoleh informasi capaian akademik Murid yang terstandar untuk keperluan seleksi akademik.
- Menjamin pemenuhan akses Murid Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal terhadap penyetaraan hasil belajar
- Mendorong peningkatan kapasitas pendidik dalam mengembangkan penilaian yang berkualitas
- Memberikan informasi kepada Murid tentang kekuatan dan kelemahan dalam bidang akademik
13 Mar 2026
Berbagi Dan Sinergi
“Tentu tidak lupa menyampaikan apresiasi kepada anak-anakku,
khususnya para pengurus OSIS yang telah mengadakan buka puasa bersama. Kegiatan
ini dapat menjadi momentum penting untuk menciptakan suasana kebersamaan yang
hangat dan penuh berkah bagi pengurus OSIS maupun kami selaku pembina,” ungkap
salah satu Pembina.
Sebelum waktu buka puasa tiba, mereka dengan semangat
berbagi menggelar aksi sosial pembagian takjil kepada warga dan pengguna jalan
di jalan raya depan sekolah. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pembina OSIS
SMP Negeri 1 Gumelar.
Sucipto, S.Pd. selaku Pembina mengatakan bahwa kegiatan
berbagi takjil ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan nilai sosial
dan kebersamaan kepada murid, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan rasa empati
dan kepedulian sosial pada para murid kami. Ramadan menjadi momen yang tepat
untuk berbagi dan mempererat hubungan antara sekolah dengan masyarakat,”
ujarnya.
Selain menjadi ajang berbagi, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi para anggota OSIS SMP Negeri 1 Gumelar dalam belajar berorganisasi serta berinteraksi langsung dengan masyarakat. Selain dari pada itu, aksi sosial seperti ini dapat terus dilakukan di masa mendatang sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap sesama.






